MINIATUR KAMPUNG SURGA

Surga terkadang membuat kita terbuai, sehingga melupakan Tuhan sang pemilik surga, kita lebih hanyut ke khayalan tentang surga daripada tindakan- tindakan untuk mencapai Surga. Padahal, hakikat kehidupan surgawi adalah hasil dari sebuah pencapaian prestasi- prestasi positive untuk berjumpa dengan Tuhan.

Kampung surga tidak menyuguhkan bidadari- bidadari, sungai, madu, arak dll, seperti yang dilukiskan Alquran. Melainkan menyodorkan kita-kiat untuk hidup di alam surgawi melalui kegiatan experiential learning, piknik, outbound dan motivasi berprestasi. Sehingga surga tak lagi sekedar impian, tetapi dapat di rasakan di dunia ini semenjak kita hidup termasuk di kampung surga.

Untuk itu, surga harus di bangun, surga yang akan datang harus di usahakan dengan membangun surga dibumi. Bumi sejatinya rahim bagi kehidupan bagi kehidupan selanjutnya. Kita harus hamemayu hayuning bawana, merawat bumi dengan baik, selain itu kita harus berjuang meningkatkan jiwa ” Nafsul Muthmainnah Achievement” ( nma)_ diri yang damai dan tenteram. Jiwa inilah yang di gembleng di kampung surga, karena jiwa ini yang diseru Tuhan untuk kembali kepadaNya.
~Darwito.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Open chat
1
Hello
Ada yang bisa kami bantu?